Prolog Penetapan Hari Jadi Surade
Hari jadi Nama Surade, tidak terlepas dari perjalanan panjang anak-anak baladaka surade dalam menelusuri kapan lahirnya nama Surade?
Penelusuran ini bukan perkara yang mudah, namun dengan tekad yang bulat untuk menelusuri Hari Jadi Nama Surade dengan segala upaya dan kemampuan yang sangat terbatas.
Motivasi yang tinggi dari para sesepuh Surade terutama yang hadir pada saat Seminar penulisan buku Sejarah Surade yang dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Juni 2008 di Desa Kadaleman serta dorongan yang kuat dari Bpk. Hendra Permana, S.Sos, MM (Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, 2008), Bpk. Drs. Suherwanto selaku camat Surade tahun 2008 dan Bpk. Soleh Iskandar, S.Pd yang saat itu menjabat selaku Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Surade, dan beliau juga merupakan salah seorang keturunan Eyang Santri Dalem Cigangsa. Penelusuran hari Jadi Nama Surade, dibawah imbingan Kamaludin dan sebagai Narasumber serta Ki Anis Djatisunda (budayawan Jawa Barat). Penelusuran menghadapi berbagai rintangan utamanya kesulitan saat mencari data yang akurat (secara tertulis) tentang hari jadi Surade, hal ini kami maklumi bahwa Surade sebagai etnik sunda mempunyai tradisi budaya masa lalu, dalam mendokumentasikan peristiwa sejarahnya, selain lewat prasasti-prasasti batu ataupun naskah-naskah lontar dan artefact-artefact primer lainnya, tidak sedikit yang dituturkan turun temurun secara “oral” (dari mulut ke mulut), berupa cerita-ceruta Pantun, Babat, Dongeng Sasakala (Toponimi) dan sebagainya.
Namun kami terinspirasi oleh salah satu sampel ditemukannya Hari Jadi Bogor, sebagaimana yang dituturkan oleh Ki Anis Djatisunda (Budayawan Jawa Barat) dalam makalah Seminar Penulisan Buku Sejarah Surade, menyatakan bahwa Momentum Hari Jadi Bogor diambil dari tulisannya Sejarah primer Pustaka Wangsakerta. Yakni peristiwa penobatan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) sebagai Raja Sunda di Pakuan tahun Saka 1404 = 1482 M. Sedangkan sumber penanggalannya ditemukan pada Upacara Kuweri Bakti dalam cerita Pantun Bogor. Mengingat lewat sumber sejarah Pustaka Wangsa Kerta teramat sulit untuk menghitung penanggalan dan bulan kejadiannya.
Penanggalan Bulan Pajajaran menurut berita Pantun menggunakan Purnimanta. Yaitu menghitung tanggal 1 awal bulan (pratipada) dari bulan purnama penuh (krisna paksa) berakhir pada waktu bulan tidak tampak di langit, tanggal 30. Tidak menggunakan sistem Amanta dari bulan gelap ke purnama (Suklapaksa) sebagaimana lajimnya kalender lain.
Melalui sumber pantun inilah akhirnya ditemukan Hari Jadi Bogor (Kota/Kabupaten) jatuh pada tgl 3 Juni 1482 Masehi. Suatu pembuktian bahwa sumber cerita Pantun non literer (tanpa naskah tertulis) cukup akurat untuk dijadikan sumber penulisan sejarah.
Jadi apabila melihat Hari Jadi Bogor seperti yang diuraikan oleh Ki Anis Djatisunda seperti di atas, jelas tidak berdasarkan catatan yang konkrit/akurat, namun diambil dari cerita pantun dimana ceritra dalam pantun tersebut bisa atau mampu menggambarkan kisah hari jadi Kota/Kab. Bogor yang diakui oleh semua kalangan dan pemerintah.
Begitu juga dengan Hari Jadi Nama Surade, tidak berdasarkan catatan yang konkrit namun ada beberapa data yang dapat kami jadikan acuan untuk menentukan hadi jadi nama Surade.
Dasar Penentuan Tanggal Hari Jadi Nama Surade
Dari beberapa data yang kami peroleh dari beberapa sumber, maka dapat kami simpulkan sebagai landasan untuk menentukan Hari Jadi Nama Surade adalah tanggal :
2 bulan Syuro tahun Wawu
(Kalender Jawa)
Adapun dasar-dasar bahwa tanggal 2 syuro tahun wawu dijadikan patokannya, hal ini berdasarkan kepada :
- titimangsa surat yang ditulis Rd. Suranangga yang dititipkan kepada Rd. Soka Surya Kusumah (Rd. Sokawidana) untuk disampaikan kepada Rd. Adipati Jagabaya (orang tua Rd. Suranangga, beliau seorang bupati galuh Imbanagara dari tahun 1732-1751, sumber : Majalah Kawit, Kanwil Jabar tahun 1974).
sumber majalah : Ki Kamaludin - Pada Buku Hideung (karena berwarna hitam) terdapat surat yang ditulis Suranangga untuk ayahnya Rd. Jagabaya di Kp. Pamungguan, Ciamis. Surat tersebut ditulis pada lontar (gebang) dimana tertulis “tatkala nurat ping duwa syuro tahun wawu, nulya sampun manjing agama suci” (tatkala=waktu; nurat=nulis; ping=tanggal; Duwa=dua; Syuro=Muharam; Tahun Wawu=tahun wawu pada windu; nulya=lalu; sampun= sudah (mungkin wafat beliau); manjing=masuk golongan; agama suci=golongan agama suci/khusnul hotimah).
Adapun isi surat tersebut seperti yang tertulis pada buku Hideung yaitu :
“Rahadian jaya metu te twah kahibas ratu jati pangeran, ka sira sakabeh rahadian sup kanu leubeut metu sakti. Titip. Samarit musuh lebureun wargine lan tana imbanagara. Kapan nyata sura rah hadian wargine jagabaya, jabang metu saking imbanagara nu metu mitilar ka jatining jatine. Jamak da panata ing pangeran. Hana raneh dulu malim kasih milang bakaling ratu dadi suluh lawan musuh. Bur !”
Buku hideung tersimpan di Ki Cece/Ki Saja (katelah ku anak bernama Saja) di Kp. Cileutak Desa Gunungsungging. Namun sayang buku tersebut sekarang berada di Kalimantan (di ahli warisnya).
Buku Hideung pernah dibawa oleh para sejarawan Jawa Barat dan sebagian isinya telah disadur oleh Ki Kamaludin (1975). - Penamaan sebuah kampung yang bernama Sura Rah Hadian yang kini dikenal dengan nama SURADE, kalau melihat surat yang ditulis oleh Suranangga untuk ayahnya tertulis titimangsa 2 syuro tahun wawu.
- Penanaman batu biang (batu Indung Lembur) yang dilakukan oleh Rd. Suranangga di Kp. Cigodobros (Kateu-Kelurahan Surade) dan di Pasiripis Desa Kadaleman. Batu Indung Lembur merupakan batu yang ditanam sebagai tanda berdirinya sebuah kampung. Penanaman batu indung lembur tersebut terjadi setelah peristiwa meninggalnya Surabujangga dan apabila dikaitkan dengan kejadian tersebut hal ini terjadi pada tanggal 2 syuro tahun wawu.
Sumber Ki Kamaludin - Acara Ngukuluan (upacara nyebor) yang pertama kali dilakukan oleh Rd. Suranangga di Kp. Cigodobros yaitu setelah menanam batu indung lembur dilanjutkan dengan penyiraman batu indung lembur tersebut. Hal ini juga sama dengan kejadian seperti diatas yaitu terjadi pada tanggal 2 syuro tahun wawu.
Upacara nyebor di Surade dilaksanakan setiap tanggal 2 syuro dan terakhir dilaksanakan pada tahun 1974.
Sumber Ki Kamaludin
Hal ini sesuai dengan temuan sebuah tim penggali sejarah Jawa Barat dari IKIP/UPI Bandung yang dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 1970, yang terdiri dari : 1. Drs. Edi Azhar, bahkan beliau pernah menjabat kepala Kanwil Depdikbud Jabar; 2. Drs. Syafei; 3. Drs. Kosoh S; 4. Nunung Suwaya (Kepala Kebudayaan Kabupaten Sukabumi), 5. Anis Dajtisunda (Budayawan Jawa Barat), dalam penelusuran Sejarah Surade.
Penghitungan Tanggal
Hari Jadi Nama Surade
- Tanggal 2 Syuro sama dengan tanggal 2 Muharam, sebab tanggal 1 Syuro = 1 Muharam, berupa penetapan Sultan Agung Mataram 1568 M, yakni perubahan dari upacara Sivaratri (penebusan dosa).
- Tanggal 2 Syuro tahun Wawu atau tanggal 2 Muharam 1179 Hijriyah atau pada kalamangsa ”Taya Tangan Pangawasa Wisesa” bertepatan dengan hari Anggara, tanggal 20 wulan Kapat Purnimanta (Krisnapaksa) sama dengan tanggal Catur wulan Kalima Amanta (Suklapaksa), candrasangkala Nora Hasta Sad Rahayu = 1680 tahun Saka (kalender Sunda). Bertepatan dengan hari Selasa, tanggal 5 Desember 1758 Masehi.
(Perhitungan/Terjemahan Anis Djatisunda).
| Hari Anggara | = | hari Selasa |
| Tanggal Catur | = | tanggal 4 |
| Wulan Kalima | = | bulan kelima |
| Purnimanta | = | penanggalan awal bulan dihitung dari bulan purnama penuh sampai menjelang purnama lagi, disebut pula Krisnapaksa atau Paro Peteng. (Menurut Anis Djatisunda, sistem penanggalan Purnimanta pernah digunakan pada kalender Sunda Pajajaran). |
| Amanta | = | penanggalan awal bulan dihitung dari bulan sabit sampai purnama berakhir menjelang bulan sabit lagi (bulan gelap), lajim disebut pula Suklapaksa atau Paro Terang. |
Hari Selasa, tanggal 5 Desember 1758 Masehi merupakan titimangsa penanaman “Mungkal Biang” (Batu Indung Lembur) sebagai tanda berdirinya sebuah tempat bernama Sura Rah Hadian, yang kini disebut Surade, serta merupakan titimangsa adanya upacara Nyebor.
Kalender bulan Desember tahun 1758 Masehi
Penandatanganan Berita Acara Penetapan Hari Jadi Nama Surade
Dokumen pendukung bisa di lihat di sini...!
Hak Cipta © Baladaka Surade

