Sejarah suatu daerah tidak hanya ditandai oleh jejak peristiwa besar, tetapi juga oleh kehadiran para pengisi awalnya. Jampangkulon, sebuah wilayah yang kini menjadi kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memiliki kisah panjang mengenai siapa saja yang pertama kali menapakkan kaki, membuka lahan, dan membentuk perkampungan. Mereka adalah cikal bakal yang kelak menurunkan generasi penerus dan menjadikan Jampangkulon hidup, berkembang, serta memiliki identitas khas.
Para perantau pertama yang datang ke daerah ini diyakini berasal dari berbagai tempat, baik dari arah timur, Utara dan Barat dari Jampangkulon. Mereka adalah kelompok-kelompok kecil yang mencari lahan baru, baik karena desakan politik, kebutuhan ekonomi, maupun faktor keamanan dari pusat kekuasaan pada zamannya.
Dengan tekad kuat, mereka mulai menebas hutan, membuka huma, lalu menggarap sawah di tepi aliran sungai. Dari sinilah berdiri kampung-kampung awal, yang kemudian bertransformasi menjadi desa-desa cikal bakal Jampangkulon.
Cikal bakal pengisi Jampangkulon, sebagaimana yang di muat dalam Majalah Mangle Nomor 446 Tahun 1974 karya Arie Suhanda, Bc. AK dalam Judul “Sejarah Tatar Jampang” dapat kami uraikan secara singkat sebagai berikut :
1. Terah Galuh Imbanagara
Dalam catatan sejarah Pajampangan, tercatat salah seorang putra dari Raden Aria Adipati Jagabaya (Bupati Galuh Imbanagara pada tahun 1732–1751) yang bernama R.A.A. Surawidjangga. Beliau pernah menjabat sebagai Cutak (Wedana) Panjalu, yang merupakan wilayah bawahan dari kerajaan Galuh.
R.A.A. Surawidjangga dikenal ....
Hak Cipta © Diarpus Kab. Sukabumi dan/atau Baladaka Surade